SMS/Telp   085363359962

Home » Wisata Kuliner » Gulai Itiak Lado Mudo rasa pedasnya menggugah selera

Gulai Itiak Lado Mudo rasa pedasnya menggugah selera

Gulai Itiak Lado Mudo rasa pedasnya menggugah selera

Udara dingin Kota Bukittinggi menjadi salah satu faktor penyebab rasa lapar timbul lebih cepat. Jika hanya sekedar makan makanan yang mengenyangkan saja, itu hal yang biasa. Ada sebuah menu makanan yang bukan sekedar mengenyangkan, tapi sekaligus bisa mereda rasa dingin udara kota. Tidak sampai disitu, menu yang satu ini juga menyuguhkan salah satu pemandangan yang menjadi daya tarik utama Kota Bukittinggi. Karena rumah makan yang menjajakan menu yaitu Gulai Itiak Lado Mudo yang rasa pedasnya menggugah selera ini terdapat tepat di Ngarai Sianok,  salah satu dari tempat wisata yang memiliki daya tarik keindahan alamnya.

Berada persis ditepi jalan Ngarai – Binuang, terletak tepat dibawah Ngarai Sianok. Adalah rumah makan “Lansano Jaya”, rumah makan yang menjadi tujuan wisata kuliner Kota Bukittinggi karena memiliki menu andalan Gulai Itiak Lado Mudo ini. Rumah makan yang memiliki konsep lesehan ini, selain menyuguhkan cita rasa pedas daging itik yang dapat menepis udara dingin Kota Bukittinggi, juga menyuguhkan pemandangan Ngarai Sianok yang eksotis. Karena salah satu sisi dari rumah makan ini menghadap langsung ke arah Ngarai. Sehingga kita dapat menikmati indah dan sejuknya suasana Ngarai sambil mencicipi empuknya daging itik dengan siraman cabe hijau.

Itik yang menjadi bahan utama menu Gulai Itiak Lado Mudo memiliki syarat dan kriteria tertentu. Itik harus berumur 6 bulan, karena pada usia itu, daging itik akan terasa sangat empuk. Pengolahan daging itik juga menjadi perhatian. Itik yang telah dipotong, kemudian direndam dengan air, lalu bulunya dicabuti. Untuk menghilangkan sisa bulu yang tertinggal, itik pun dibakar. Selain bertujuan menghilangkan sisa bulu yang tertinggal, proses pembakaran juga dapat menghilangkan lemak yang ada dibawah kulit yang menjadi penyebab utama bau amis pada daging itik.

Gulai Itiak Lado Mudo, rasa pedasnya menggugah selera

Lamanya proses pengolahan yang memakan waktu sampai dengan 48 jam membuat bumbu yang telah bercampur dengan cabai hijau, meresap kedalam daging itik. Jangan khawatir, rasa pedas yang ditimbulkan dari cabe hijau hanya sebatas memanaskan bibir saja. Sebagai peredanya, menu itik ini disajikan dengan potongan mentimun dan irisan bawang merah. Dengan memakan mentimun dan bawang, rasa pedas akan terasa semakin berkurang.

Jika ke Bukittinggi, singgah lah ke rumah makan “Lansano Jaya” untuk mencicipi Gulai Itiak Lado Mudo yang rasa pedasnya menggugah selera ini. Selain dapat menyantap lezatnya daging itik yang disirami kuah cabe hijau, kita juga dapat menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya udara Ngarai Sianok, yang menjadi tempat wisata kebanggaan Kota Bukittinggi.

Gulai Itiak Lado Mudo, rasa pedasnya menggugah selera

The following two tabs change content below.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *