SMS/Telp   085363359962

Home » Wisata Kuliner » Dadiah, Yoghurt cita rasa khas Ranah Minang

Dadiah, Yoghurt cita rasa khas Ranah Minang

Dadiah Yoghurt cita rasa khas Ranah Minang

Dadiah, Yoghurt cita rasa khas Ranah Minang

Bicara tentang Minangkabau, tidak akan pernah habis. Terlebih lagi kulinernya. Siapa yang tidak kenal dengan Rendang yang mendunia ? Sate Padang yang gerainya dimana-mana. Namun siapa yang tahu dengan Dadiah ? Yoghourt dengan cita rasa khas ranah Minang.

Makanan sekaligus minuman kesehatan tradisional ini merupakan yoghurt nya orang Minang. Berasal dari susu kerbau segar (Babulus Bubalis) yang di fermentasi. Dadiah saat ini semakin sulit ditemui, karena penikmatnya kebanyakan orang tua yang sudah berusia lanjut, inyiak – inyiak alias nenek – nenek.

Proses Pembuatan Dadiah

Proses Pembuatan Dadiah

Diolah dari susu kerbau yang diperas pada saat selepas subuh, kemudian disaring terlebih dahulu barulah dimasukkan ke dalam potongan ruas batang bambu berukuran lebih kurang 20 sampai 30 cm. Setiap perahan susu 3 ekor kerbau bisa menghasilkan sekitar 20 puluh batang bambu. Lalu barulah bambu – bambu tersebut ditutup dengan menggunakan daun pisang dan di diamkan selama 2 sampai 3 hari. Tujuannya agar proses fermentasi yang langsung berasal dari batang bambu dapat menghasilkan bakteri Lactobacillus Casei sehingga membuat cairan susu kerbau menjadi krim lembut dan memiliki cita rasa asam.

Perbedaan dengan Yoghurt

Perbedaan dengan Yoghurt

Berbeda dengan yogurt yang bersumber dari berbagai macam varian susu termasuk susu kacang kedelai. Proses fermentasi yoghurt membutuhkan tambahan kultur mikroba sebagai pemicu proses fermentasi. Begitu juga dengan karakteristik produk yang dihasilkan. Jika dadiah memiliki tesktur krim yang lembut dan cendrung mengeras, maka yoghurt bertekstur cair dan agak kental.

Cara Menikmati Dadiah

Cara Menikmati Dadiah

Dadiah memiliki daya tahan lebih singkat untuk dinikmati. Hanya memiliki waktu lebih kurang 1 minggu sejak dadiah mulai difermentasikan.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan, untuk menikmati dadiah. Kebanyakan penikmat dadiah lebih memilih disantap bersama beras emping, yang biasa disebut dengan Ampiang Bareh. Tak lupa campuran gula aren cair dan serutan kelapa serta es batu yang menambah kesegaran penikmat dadiah. Rasa asam yang diberasal dari dadiah dipadu dengan renyahnya beras emping, merupakan kombinasi yang pas.

Namun dadiah dapat juga disantap bersama dengan nasi putih sebagai pengganti lauk. Hal tersebut dilakukan oleh penikmat dadiah tempo dulu, khususnya para orang tua di Minangkabau. Uniknya, mereka mencampur dadiah dengan irisan bawang merah, cabe giling kasar dan sirih. Lalu disantap bersama nasi putih yang tersaji hangat. Kombinasi rasa dadiah yang asam serta irisan cabe segar yang pedas terasa nikmat ketika disantap.

Seiring perkembangan, dadiah juga mengalami variasi dalam hal rasa dan pengolahannya. Saat ini telah dikembangkan dadiah dengan rasa buah, seperti strawberi, jagung, kelapa, vanila. Bahkan ada juga yang dicampur dengan susu coklat dan dioleh menjadi es krim.

Efek samping mengkonsumsi Dadiah Berlebihan

Efek samping mengkonsumsi Dadiah Berlebihan

Walaupun dadiah dapat dinikmati disegala kondisi menu, minuman sekaligus makanan kesehatan tradisional khas daerah Sumatera Barat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 kali dalam 5 hari. Jika dikonsumsi secara berlebihan, dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Yaitu rentan terserang Hypertensi dan tekanan darah tinggi.

Khasiat Dadiah untuk Kesehatan

Khasiat Dadiah untuk Kesehatan

Dadiah juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Dadiah dipercaya berkhasiat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh, meningkatkan kesehatan karena memacu cara kerja jantung serta menu makanan yang baik sekaligus sehat untuk penambah stamina dan daya tahan tubuh.

Khusus buat kaum pria, dadiah juga dipercaya dapat meningkatkan vitalitas.

Berdasarkan penelitian yang teruji bahwa bakteri Lactobacillus Casei atau biasa disebut Asam Laktat yang terdapat didalam dadiah, berpotensi sebagai probiotik yang bukan hanya membentuk tekstur dan rasa saja, melainkan juga mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah masuknya bakteri patogen, mencegah kanker usus, anti mutagen dan anti karsinogenik.

Tempat Kuliner penyedia Dadiah

Tempat Kuliner penyedia Dadiah

Buat anda yang ingin menikmati yoghurt khas Minangkabau ini, silahkan berkunjung ke Kota Bukittinggi. Disana ada beberapa tempat rumah makan yang masih menawarkan dadiah sebagai menu andalannya. Seperti di Rumah Makan Simpang Raya, Kedai Lestari H Minang yang berada dikawasan Pasar Atas Bukittinggi, lalu ada juga dipasar pekanan yang ada di Jalan Teuku Umar Bukittinggi.

Selain di Kota Bukittinggi, dadiah juga terdapat di Bofet Gumarang yang berada di Kota Padang Panjang, Jl. M. Syafe’I no. 8 Pusat Pasar Padang Panjang, Telp. 0752 87794, tepat di depan terminal mikrolet. Selain dadiah, Bofet Gumarang yang sudah terkenal sejak dahulu ini juga menyediakan es kampiun yang tidak kalah segarnya.

Dadiah, makanan sekaligus minuman kesehatan tradisional khas Ranah Minang ini juga bisa menjadi buah tangan. Hal tersebut disampaikan oleh pengelola bofet, Sudirman Sutan Marlaut, tidak sedikit pengunjung yang datang menjadikan dadiah sebagai oleh-oleh khas Minangkabau. Bahkan ada juga yang mengirimkannya ke negeri jiran, Malaysia.

Praktis penyajiannya, kaya manfaatnya. Itulah Dadiah. Selamat menikmati.

Dadiah, Yoghurt cita rasa khas Ranah Minang

The following two tabs change content below.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *