SMS/Telp   085363359962

Home » Tempat Wisata » Benteng Fort de Kock, saksi bisu perjuangan masa lalu

Benteng Fort de Kock, saksi bisu perjuangan masa lalu

Benteng Fort de Kock, saksi bisu perjuangan masa lalu

Kota Bukittinggi memiliki sebuah bangunan berupa benteng yang merupakan peninggalan Belanda yang bernama Fort de Kock. Pada tahun 1825, Kapten Bouer mendirikan Benteng Fort de Kock ini. Berlokasi di Bukit Jirek, tentara Belanda menggunakan Fort de Kock ini sebagai tempat pertahanan dari serangan musuh yaitu rakyat Minangkabau pada saat meletusnya Perang Paderi di tahun 1821-12837. Terlihat beberapa meriam yang dibuat pada abad 19 berada disekitar lingkungan Benteng Fort de Kock. Setelah beberapa tahun kemudian, masih disekitar Benteng Fort de Kock hadirlah sebuah kota yang namanya sama dengan nama benteng yang saat ini kota tersebut dikenal dengan Bukittinggi.

Sebagai salah satu tempat wisata di Bukittinngi, Benteng Fort de Kock saat ini telah berubah, semenjak direnovasi oleh pemerintah daerah pada tahun 2002, kawasan benteng telah menjadi Taman Kota Bukittinggi dan Taman Burung Tropis. Benteng Fort de Kock yang memiliki tinggi 20 m , saat ini masih eksis dengan cat putih dan hijau. Benteng Fort de Kock terlihat sangat lengkap dengan meriam berukuran kecil di keempat bagian sudutnya. Berkat kerja keras pemerintah dalam memugar benteng, sehingga saat ini Benteng Fort de Kock telah menjadi sebuah taman yang ditumbuhi pohon rindang dan dilengkapi tempat bermain anak.

Benteng Fort de Kock, saksi bisu perjuangan masa lalu

Benteng Fort de Kock berada bersamaan dengan lokasi Kebun Binatang Bukittinggi dan Museum Rumah Adat Baanjuang. Perbedaanya, Benteng Fort de Kock terletak di bukit sebelah kiri pintu masuk sedangkan Kebun Binatang dan Museum Rumah Adat Baanjuang terletak dibukit sebelah kanan. Kedua lokasi ini dihubungkan oleh sebuah bangunan yang juga menjadi sejarah perkembangan Kota Bukittinggi yaitu Jembatan Limpapeh.

Benteng Fort de Kock bukanlah satu-satunya benteng peninggalan Belanda yang berada di Sumatera Barat. Tetapi terdapat satu lagi benteng yang berada di Batusangkar yang diberi nama Benteng Fort Van der Capellen. Benteng tersebut juga menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa disaat Perang Paderi.

The following two tabs change content below.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *