SMS/Telp   085363359962

Home » Oleh - oleh » 11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk Oleh-oleh

11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk Oleh-oleh

Oleh oleh khas Minang

Melancong ke Ranah Minang, Sumatera Barat, tidaklah lengkap jika kita belum memborong oleh-oleh kue tradisionalnya. Oleh-oleh kue tradisional khas Minangkabau memiliki banyak variasi. Mulai dari yang lezat, manis, legit, guruh bahkan pedaaasss bingits pun ada.

Sumatera Barat tidak saja kaya akan wisata kuliner khas Minang yang makanan utamanya didominasi menu serba pedas dan penuh dengan rempah-rempah yang dicampur santan. Namun, terdapat juga makanan ringan yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh. Selain banyak peminatnya, makanan ringan khas Sumatera Barat ini juga dikemas sangat rapi sehingga praktis dibawa sebagai oleh-oleh. Oleh-oleh khas Sumatera Barat ini bisa dengan mudahnya kita temukan di berbagai warung makanan atau toko oleh-oleh yang  tersebar diseluruh kabupaten atau kota di Sumatera Barat yang anda singgahi.

Inilah 11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk Oleh-oleh :

1. Kue Basung

Kue Basung

Kue Basung (Gambar Istimewa)

Kue yang satu ini merupakan kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula merah, garam dan air. Dilihat dari bahannya saja sudah sangat mudah ditemui, begitu juga dengan cara membuatnya. Cara membuatnya cukup larutkan gula merah sampai mencair, lalu disaring agar kotoran yang ada tidak ikut masuk ke adonan. Kemudian campurkan tepung beras serta sedikit garam. Sedangkan untuk cetakkannya terbuat dari dari daun pisang yang dibentuk sedimikian rupa sehingga berbentuk kerucut. Lalu masukkan adonan yang telah bercampur tadi ke dalam cetakkan tersebut, yang nantinya dikukus hingga matang. Bagaimana, mudah kan cara pembuatannya :)

2. Karak Kaliang

Karak Kaliang

Karak Kaliang (Gamabr Istimewa)

Oleh-oleh yang satu ini jangan sampai anda lewatkan. Jika anda berkunjung ke Bukittinggi, anda dapat dengan mudah menemukannya. Karak Kaliang adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung ubi. Tepung ubi didapat dari olahan Ubi Singkong yang kemudian dipilih dan diparut. Kemudian tepung ubi dicampur dengan bumbu seperti kunyit, bawang putih, merica, garam dan bumbu pelengkap lainnya. Adonan Karak Kaliang dicetak menyerupai angka delapan ( 8 )

3. Kacang Tojin

Kacang Tojin

Kacang Tojin (Gambar Istimewa)

Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini. Cemilan yang wajib ada disetiap lebaran Idul Fitri ini tergolong sangat mudah mengolahnya. Kacang Tojin. Rasanya yang gurih serta renyah dikarenakan kacang yang digoreng dicampur dengan bawang goreng serta tidak lupa sedikit irisan daun saledri yang juga telah digoreng sebelumnya.

4. Arai Pinang

Arai Pinang

Arai Pinang (Gambar Istimewa)

Satu lagi kue yang khas dan selalu ada disetiap lebaran adalah Arai Pinang. Setiap yang berkunjung ke Kota Bukittinggi pasti tidak lupa membeli kue ini sebagai oleh-oleh. Rasanya yang gurih, renyah, serta beraroma minyak kelapa, membuat orang yang mencicipinya menjadi ketagihan. Bahan dasar pembuatnya pun sangat sederhana, yaitu tepung beras, garam, serta kapur sirih. Begitu juga dengan proses pembuatannya, sangat mudah sekali. Tepung beras disangrai dan ditaburi sedikit garam serta tidak lupa kapur sirih agar terasa lebih renyah. Setelah adonan selesai dibuat, kemudian adonan dibentuk menjadi bulat. Sedangkan untuk mencetaknya agar pipih bisa menggunakan garpu. Jangan lupa, sesaat setelah di cetak, olesi dengan minyak kelapa yang membuat kue wangi, gurih serta renyah.

5. Wajik

Wajik

Wajik (Gambar Istimewa)

Selain kue khas Sumatera Barat, Wajik juga terdapat diberbagai daerah di Indonesia. Bahan dasar utamanya adalah beras ketan, sedangkan bahan pendukunya beragam, membuat namanya pun juga berbeda. Istilah wajik lebih dikenal di daerah Jawa Tengah, sedangkan di Sumatera Barat sendiri dikenal dengan Puluik Manih atau Pulut Manis. Seperti di Blitar misalnya, dikenal dengan Wajik Kletik. Wajik Kletik memiliki bungkus yang unik yaitu dari kulit jagung.

6. Kue Sapik

Kue Sapik

Kue Sapik (Gambar Istimewa)

Kue yang satu ini mirip dengan Kue Semprong tetapi memiliki bentuk yang berbeda. Bedanya, Kue Sapik dilipat, sedangkan Kue Semprong di gulung. Karena pada saat diangkat dari cetakan pemanggangan yang dijepit kemudian dilipat. Kue Sapik berbahan dasar tepung beras, gula pasir, santan dan telur, serta tidak ketinggalan bubuk kayu manis. Cara membuatnya pun sangat sederhana. Setelah semua adonan tercampur rata, kemudian adonan dicetak dengan cara menuangkannya ke dalam cetakan pemangang. Apabila adonan telah berubah menjadi warna kuning keemasan, maka adonan yang telah menjadi kue tersebut pun siap untuk diangkat. Ketika masih dalam keadaan panas itulah kue ini dilipat dan dijepit. Itulah sebabnya kue ini dinamakan Kue Sapik. Selain itu, Kue Sapik juga ada berbahan Beras Sipulut Hitam. Sehingga warna kue pun menjadi coklat kehitam-hitaman.

7. Sala Lauak

Sala Lauak

Sala Lauak (Gambar Istimewa)

Makanan yang berbentuk bulat seperti bakso ini tetapi tidak diberi kuah, melainkan digoreng sampai kering, membuatnya cocok untuk jadi bahan cemilan. Sala Lauak, jika diartikan kedalam bahasa Indonesia menjadi Sala Ikan. Sala Lauak berasal dari Pariaman, sangat mudah didapat, terutama dipasar atau tempat rekreasi. Biasanya makanan yang berbahan dasar tepung beras ini disajikan ditempat menjual Lontong Sayur, soalnya sangat cocok sekali disantap. Kuah lontong yang gurih bercampur dengan kriuh kulit Sala Lauak yang sedikit asin menjadikan lontong sayur terasa nikmat disantap.

8. Pinyaram

Pinyaram

Pinyaram (Gambar Istimewa)

Mirip dengan kue Cucur khas Betawi, tetapi di Sumatera Barat dinamakan Pinyaram. Jika berkunjung ke Tiakar, Kayu Tanam, Payakumbuh serta daerah yang jaraknya berdekatan antara Padang dan Bukittinggi, maka kita dapat dengan mudah menemukannya. Berbahan dasar tepung beras ketan dicampur dengan gula aren atau gula pasir, kemudian digoreng menggunakan kuali yang sekaligus digunakan sebagai cetakannya. Terdapat dua jenis pinyaram, yaitu pinyaram berwarna hitam dan pinyaram berwarna putih. Soal rasa, sama saja, sama sama manis. Karena pinyaram hitam terbuat dari gula aren, sedangkan pinyaram putih terbuat dari gula pasir. Pinyaram biasanya disajikan dalam acara khusus, seperti lebaran maupun pernikahan. Tetapi jika ingin menjadikan pinyaram sebagai oleh-oleh, biasanya penjual sudah mengemasnya dalam bungkus plastik bening. 1 bungkus terdapat 10 sampai 15 buah pinyaram.

9. Karupuak Jangek

Karupuak Jangek

Karupuak Jangek {Gambar Istimewa)

Kerupuk Kulit, begitulah sebutannya jika diartikan ke Bahasa Indonesia. Kerupuk khas Sumatera Barat ini sangat banyak dijual di Pasar Atas Bukittinggi. Selain penggemarnya yang banyak, kerupuk jangek juga melewati serangkaian tahap pengolahan yang banyak pula. Kerupuk yang berbahan dasar kulit sapi atau kulit kerbau ini harus melewati beberapa proses pengolahan, mulai dari perebusan kulit yang kemudian dipanaskan diatas api dengan tujuan agar bulunya hilang, sampai dengan penjemuran dibawah terik matahari selama kurang lebih 2 sampai 3 hari. Jadilah kerupuk jangek yang siap digoreng. Kerupuk Jangek enak disantap bersamaan dengan Sate atau Lontong Sayur. Khasiat kerupuk jangek adalah dapat menyembuhkan penderita maag, karena sangat bagus untuk pencernaan. Sebagai oleh-oleh, kerupuk jangek dapat dibeli dalam kondisi masih mentah atau telah diolah seperti kerupuk jangek rasa balado dan kerupuk jangek rasa keju.

10. Karupuak Sanjai

Karupuak Sanjai, buah tangan gurih khas Bukittinggi

Karupuak Sanjai (Gambar Istimewa)

Ini dia jagonya oleh-oleh khas kota Bukittinggi. Karupuk Sanjai. Makanan yang satu ini wajib dijadikan oleh-oleh. Karupuak Sanjai berbahan dasar ubi kayu yang diiris panjang, yang kemudian digoreng dalam minyak panas, kemudian dilumuri saus cabe yang pasti membuat anda keringatan. Nama Sanjai sendiri berasal dari nama suatu daerah yang terletak di Desa Manggih yang ada di Kota Bukittinggi. Hampir seluruh penduduk setempat mengantungkan hidupnya dari mengolah kerupuk sanjai ini. Bentuknya pun beragam, ada yang berbentuk stik. Kerupuk Sanjai yang berbentuk stik ini memiliki tekstur panjang, minimal sepanjang telunjuk orang dewasa. Kemudian ada juga keripik sanjai yang berbentuk dadu, biasa dikenal dengan Dakak-dakak.

11. Galamai

Galamai

Galamai (Gambar Istimewa)

Galamai adalah kue tradisional khas Sumetara Barat yang terbuat dari bahan tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah dan santan. Jika di Sumatera Barat dikenal dengan sebutan Galamai, didaerah lain, khususnya di Jawa, makanan ini biasa disebut Dodol. Teksturnya yang kenyal dan mengkilat serta terasa lembut dilidah membuat kue ini sangat digemari, terlebih anak-anak. Galamai selalu menjadi kue wajib disetiap acara pernikahan yang ada di Sumatera Barat.

12. Keripik Pisang Coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah

Kripik Pisang Coklat khas Bukittinggi

Kripik Pisang Coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah

Kok ada yang ke 12, kan cuma 11 ?

Kalau yang satu ini beda. Nomor 1 sampai 11 merupakan kue tradisional khas Sumatera Barat. Tapi yang satu ini adalah keripik pisang coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah. Walau setiap kali mendengar kata keripik pisang coklat yang teringat adalah keripik pisang coklat khas Lampung, tapi kripik pisang yang satu ini beda.

Berbahan dasar Pisang Tinalun asal Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yang dipotong tipis lalu digoreng. Kemudian diaduk dengan coklat bubuk yang telah direndang. Tambahan gula dan garam membuatnya semakin gurih. Cocok buat cemilan dan oleh-oleh untuk keluarga atau orang yang anda cintai. Bagi yang berminat ingin memesan keripik pisang coklat khas Bukittinggi ini, silahkan klik link banner Pesan Online dibawah ini :

Pesan Online

Nah, itulah 11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk anda jadikan Oleh-oleh. Silahkan pilih sesuai selera anda. Jangan sampai terlupakan ya. Jika ada yang kurang, silahkan tambahkan di Komentar.

Selamat berwisata ke Sumatera Barat. :)

11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk anda jadikan Oleh-oleh

The following two tabs change content below.

Komentar

2 Responses so far.

  1. kripik balado mengatakan:

    sabana lamak tu kasadoe

  2. diki mengatakan:

    saya suka sekali keripik, menarik sekali, artikel ini sangat bagus, sangat bermanfaat, terimakasih , anda juga dapat mengunjungi
    http://indonesia.gunadarma.ac.id untuk mendapatkan
    informasi serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *